Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. (1 Kor. 9:26 )Kita harus mempunyai Visi yang dari Tuhan sendiri, jadi kita tidak terprovokasi oleh lingkungan, saudara kita maupun teman kita. Harus kita mengakui, kadang orangtua kita, saudara kita mengharapkan kita menjadi seperti apa yang mereka inginkan atau cita-citakan, kadang kita pun sering terikut teman. Kita melihat teman kita sukses berbisnis, kita ikut, dan begitu pula karir sebagai professional. Tapi semuanya itu akan sia-sia jika tidak ada Visi dari Tuhan. Mungkin bisa saja kita terlihat sukses, tetapi tidak sesuai dengan maksud Tuhan, sehingga hidup kita tidak akan sejahtera.
Jika Visi dari Tuhan, percayalah, akan indah pada waktunya.
Contoh dalam Alkitab yang menuruti Visi dari Tuhan. Professional (Daniel) & Enterpreneur (Abraham)
b. By Process
TUHAN, Allahmu, akan menghalau bangsa-bangsa ini dari hadapanmu sedikit demi sedikit; engkau tidak boleh membinasakan mereka dengan segera, supaya jangan binatang hutan menjadi terlalu banyak melebihi engkau. (Ul. 7:22)
Sedikit demi sedikit? Kenapa harus
sedikit demi sedikit? Inilah yang membedakan Visi dari Tuhan dan yang
bukan Visi dari Tuhan. Proses. Jika Visi dari Tuhan, kita akan mengalami proses. Visi dari dunia, kita akan diberi instant success.
Proses membuat kita kuat, melatih kita agar tidak cepat putus asa. Yang lebih penting, proses membuat kita bergantung kepada Tuhan. Tidak mengandalkan kekuatan sendiri.
Instant Success membuat kita terlena. Membuat kita merasa kesuksesan kita adalah karena usaha kita sendiri. Tuhan tidak dimuliakan dengan Instant Success.
Tujuan kita adalah agar Tuhan dimuliakan dalam setiap langkah kita,
makadari itu apabila kita mengalami proses, orang-orang akan melihat
bahwa Tuhan telah menolong kita kuat dalam menghadapi proses. It is God that puts you at the top, not you, then God be glorified.
2. How To Build Your Career / Business
a. Build Your Career / Business with the Kingdom Principles
Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. (Mzm. 127:1-2)
“Mana mungkin kita bisa berhasil kalo gak sogok sana sogok sini!!”.
“Belajar? Beli bocoran aja lah, kita patungan.”
Pernah mendengar / bahkan terlibat percakapan seperti di atas? Melakukan jalan pintas untuk masuk PNS, untuk mendapatkan proyek besar, dan masih banyak lagi contoh lain.
Saya pernah melakukannya. SIM yang saya pegang saat ini adalah SIM
‘tembak’ 10 tahun yang lalu. Apakah itu dapat dibenarkan? Tidak sama
sekali. Lalu mengapa kita melakukannya? Karena kita merasa tanpa melakukan itu kita tidak akan bisa maju melangkah.
Lalu dimana posisi Tuhan dalam hidup
kita? Yang benar adalah orang lain boleh sogok menyogok, kita jangan.
Orang lain boleh menjilat, kita jangan. Orang lain terburu-buru
mengejar target, kita tanya Tuhan terlebih dahulu.
He is the God of the Impossible. Impossible is nothing before Him.
Percayalah, jika kita melangkah dengan Iman dan prinsip Kerajaan Surga dalam karir dan bisnis kita, tembok setebal tembok Yerikho pun pasti runtuh. Solusinya hanya doa dan bertindak sesuai prinsip Alkitab. Jangan jadi orang Kristen kacangan. Praktikkan prinsip-prinsip yang diajarkan Tuhan melalui Alkitab dalam kehidupan kita.
b. Act with Courage
Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. (Yos 1:3)
Menginjak dalam bahasa Ibrani adalah darak yang berarti derap langkah prajurit. Langkah prajurit mantap / pasti, penuh dengan keberanian, dan mengintimidasi musuh.
Kapankah hidup kita tidak
bergesakan dengan yang namanya risiko? Tidak akan pernah. Selalu ada
risiko mengikuti kemanapun kita pergi. Risiko membuat kita takut.
Kita takut berinvestasi karena ada risiko kehilangan uang. Kita takut
berbuat sesuai dengan Prinsip Kerajaan Surga (tidak sogok, dll.) karena
ada risiko diejek dan dikucilkan. Kita takut bermimpi karena ada risiko
tidak tercapai. Setiap hari setiap saat ada risiko. Lalu kenapa kita
harus takut? Tuhan sudah berjanji akan memberikan setiap tempat yang kita injak dengan berani (darak).
Musuh menyerang kita, kita takut. Jika
kita diam, kita akan mati konyol. Kita maju menyerbu ke depan, ada
risiko mati (tetapi belum tentu mati). Pilih mana? Saya memilih angkat
senjata walaupun ada risiko. Maju ke depan dengan keberanian dan berpegang pada janji Tuhan. Kita maju dengan pengharapan.
Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian. (2 Kor. 3:12)
Berani tidak sama dengan nekad. Faktor yang membuat kita berani adalah penuh perhitungan dan percaya dengan iman bahwa Tuhan pun turut bekerja.
c. Have the Spirit of Excellence
Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. (Mat. 5:41)
Kita pasti pernah suatu waktu disuruh
oleh orang tua kita untuk membeli sesuatu dan kita menurut dengan
menggerutu. Atau kita pasti pernah diperintahkan oleh atasan kita untuk
mem-fotocopy dan akhirnya kita menyuruh office boy.
Oke, mungkin contoh di atas membuat kita berkata dalam hati, “Wah
itu sih keterlaluan banget, gue selalu nurut dengan orang tua gue &
gak pernah nolak kalo diminta. Bukan gue banget tuh.”
Nah bagaimana dengan situasi yang seperti
ini? Kita diminta untuk mengetik suatu proposal dan diharapkan selesai
dalam waktu 10 hari dan kita menyelesaikannya tepat 10 hari.
“Lho bagus dnk….kan emang harus gitu. Dimana salahnya?”
Salahnya adalah bukan sikap seperti itu yang diperintahkan Tuhan.
Tuhan berkata, siapapun yang memaksa kita berjalan satu mil (anggap
saja kita dipaksa dengan cara ditodong dengan pisau / tombak), kita akan
berjalan bersama dia sejauh dua mil. Jika kita diminta untuk
menyelesaikan proposal 10 hari, kita akan menyelesaikan sebelum 10 hari.
That’s the Spirit of Excellence.
Diminta 10 hari selesai 10 hari itu sikap orang rata-rata. Kita Anak Tuhan harus di luar rata-rata, diminta 10 hari, selesai 8 hari.
The Spirit of Excellence tidak mengenal SARA. Mungkin anda minoritas di kantor anda, di lingkungan anda, di kota anda, atau dimanapun anda berada.
Jika anda bertindak dan bekerja dengan Spirit of Excellence, tidak ada
namanya minoritas. Anda akan segera dikenal orang karena etos kerja
anda tersebut.
Untuk mendapatkan hasil berbeda, harus menempuh jalan yang berbeda juga.
Lalu dengan memiliki Spirit of Excellence kita memuliakan Tuhan. Artinya kita
tidak pernah meremehkan / menyepelekan segala sesuatu. Bos kita adalah
Tuhan. Kita akan mengerjakan segala sesuatunya PERFECT untuk Dia.
3. How To Sustain at the Top
Lalu setelah kita mencapai puncak karir kita apa yang harus kita lakukan?
a. Integrity
Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. (Ams. 11:3)
Integritas adalah kekonsistenan tindakan, nilai-nilai, metode, prinsip-prinsip, dan pengharapan kita.
Kerja keras membawa kita sampai ke puncak, tetapi integritas yang mempertahankan kita tetap di puncak. Maksudnya adalah walaupun kita sudah sampai di puncak, kita tetap memegang teguh tindakan, nilai-nilai, metode, prinsip-prinsip, dan pengharapan kita sama seperti kita belum sampai di puncak.
Berapa banyak orang kita lihat sampai di
puncak kesuksesan, ketenaran, dan kekayaan, tetapi pada akhirnya dia
menghabiskan waktunya mabuk-mabukan, berjudi, obat-obatan terlarang, dan
lain sebagainya. Sikapnya pada waktu sampai di puncak 180o berbeda dengan sikapnya pada waktu mengejar kesuksesan tersebut.
Semakin tinggi posisi kita, semakin kencang juga angin yang bertiup. Banyak godaan, banyak musuh yang mengincar posisi kita, iblis mencoba mengganggu semuanya dengan cara mengkutak-katik
keluarga kita, menyerang dengan penyakit, menyodorkan kepada kita zona
nyaman yang baru, dan cara-cara lainnya. Tetapi kita tidak perlu takut,
jika kita memiliki integritas, Tuhan akan bela kita.
b. Get Out from Your Comfort Zone
Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (Luk. 5:4-5)
Jangan pernah puas diri. Puas diri mengundang setan membangkitkan roh kesombongan
kita. Puas diri membuat kita lengah dan mulai melihat-lihat ke
sekeliling dan membandingkan diri kita dengan mereka. Dan pada akhirnya
kita menjadi sombong. Puas diri membuat musuh-musuh kita dengan mudah menyerang kita karena kita memperlonggar pertahanan kita.
Success is a journey, not a destination. Jangan pernah berhenti. Maju terus.
c. Thinking Out of the Box (Be Creative)
Pada saat anda sampai di puncak, anda
merasa sudah selesai semua, tidak ada ide lagi untuk hal-hal baru.
Siapa yang bilang? Kalo di pinggir pantai ikan sudah habis, pergilah
ke tengah pantai dengan berani. Jangan berhenti berpikir. Tanya Tuhan apakah yang anda perlu lakukan selanjutnya, Ia akan memberikan anda ide-ide baru.
Ingat cerita Zakeus? Ia mungkin pendek,
tapi ia tak kehilangan akal untuk mendapatkan cara supaya dapat melihat
Yesus. Ia pun memanjat pohon. Hasilnya, Tuhan pun memanggilnya, makan
di rumahnya dan satu isi rumah Zakeus diselamatkan.
Berpikirlah lain dari yang biasanya.
Lebih banyak emas yang telah ditambang dari pemikiran manusia ketimbang dari bumi.- Napoleon Hill -
Selamat menempuh jalur kesuksesan.
GBU.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar