Kamis, 12 Juli 2012

POTRET MEREKA DAN KETIKA SAYA HARUS KEMBALI PADA VISI

Anak jalanan ada di mana-mana. Mereka adalah bagian dari diorama kehidupan Kota Jakarta. Kita tentu sering ngeliat mereka di tepi jalan, di kolong jembatan, di dekat lampu merah, di terminal bus, dan mungkin yang paling sering adalah di dalam kendaraan umum.

Siapa mereka?
Pada dasarnya anak jalanan adalah anak-anak berusia 6 sampai 18 tahun yang turun ke jalan untuk bekerja. Kebayang kan betapa sulitnya ngedapetin uang di Jakarta? Apalagi bagi anak jalanan yang usianya masih terlalu muda untuk bekerja. Banyak pula anak jalanan yang masih balita (bawah lima tahun) mengamen dan mengemis di pinggir jalan.

Kegiatan sehari-hari anak jalanan
Segala pekerjaan bisa dilakukan oleh anak jalanan asalkan menghasilkan uang untuk makan, seperti mengamen, mengemis, menyemir sepatu, menjadi kuli panggul, dam menjadi pemulung. Penghasilan anak jalanan setiap hari berkisar Rp 30.000 sampai Rp 50.000. Mendekati hari raya seperti Lebaran, penghasilan mereka bisa melonjak hingga tiga kali lipat dari biasanya!
Uang yang mereka peroleh biasanya digunakan untuk membeli makan dan memenuhi kebutuhan mereka yang lain, seperti membayar uang sekolah. Selain bekerja, ada beberapa anak jalanan yang masih ngelanjutin sekolahnya.
Biasanya mereka turun ke jalan setelah pulang sekolah. Meskipun hidup di jalan, satu hal yang patut kita hargai adalah keinginan mereka untuk menyelesaikan sekolah. Hal tersebut ternyata enggak mudah. Mereka harus berjuang mempertahankan keinginannya bersekolah, sementara di sekeliling mereka ada banyak anak jalanan yang meninggalkan bangku sekolah dan lebih memilih untuk bekerja.

Bekerja vs bermain
Kita mungkin pernah berpikir bahwa anak jalanan adalah anak-anak yang kehilangan masa kecilnya. ”Bagaimana mungkin bisa bermain jika setiap hari mereka harus bekerja?”itulah pertanyaan yang kerap muncul dibenak kita. Benarkah itu? Anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Meskipun harus bekerja, anak jalanan tetap bisa tertawa dan bermain bersama teman-teman seusia mereka. Hanya saja, mereka menjalani masa kecil di tempat yang ”enggak biasa”, yaitu jalanan.

Cita-cita mereka
Suatu pengalaman yang tak akan pernah dilupakan adalah ketika saya ngobrol-ngobrol sesekali dengan anak jalanan adalah ketika mereka sudah mulai asik dan nyaman berbagi kisah hidup, harapan dan cita-cita mereka dengan begitu lancar (walaupun ada beberapa anak yang tidak antusias karena baginya sudah bertahan hidup saja sudah lebih dari cukup).
Seperti anak-anak kebanyakan, mereka juga punya cita-cita ingin menjadi guru, polisi, bahkan artis! Alasan mereka memilih profesi tersebut sangatlah sederhana: biar bisa membantu orang lain dan dapat uang banyak.

VISI hidup yang lama terabaikan adalah "saya hidup bagi mereka". Kita punya hidup dan keluarga, tentunya harus didahulukan sebelum kita menolong mereka, karena bagaimana kita mau bantu orang lain jika keluarga terdekat tidak pernah kita bantu? Pastinya belum bisa bantu banyak, tapi saya yakin sekali, inilah waktunya yang tepat untuk terjun langsung dan mencari ilmu tentang "gimana caranya mendirikan sekolah atau rumah singgah" demi pendidikan anak-anak jalanan di Indonesia dan lebih spesifiknya yang ada di Kota Depok.

Ada berbagai macam cara untuk meringankan beban hidup anak jalanan, salah satunya adalah dengan menyumbangkan buku-buku layak baca kepada mereka.
Sesederhana apa pun yang kita lakukan untuk anak jalanan, hal itu sangat berarti untuk mereka!

Dengan adanya blog ini, saya berkomitmen untuk memulai dan bangkit kembali melaksanakan visi hidup , sehingga teman-teman bisa ikut bergabung nantinya dalam membantu mereka. Tidak mudah, karena membayangkannya saja saya pun kadang ingin mundur, ini lah visi, proses yang akan membawa dan menjadikan saya berguna bagi mereka, bagi bangsa ini.

Saya berdoa, saya memperoleh partner yang sungguh-sungguh untuk menjalani visi ini - khusus bagi anak-anak jalanan di daerah Depok.
Partner dengan kriteria:
1. Berjiwa sosial,
2. Tidak fanatik terhadap agama apa pun,
3. Terbeban bagi anak-anak jalanan di Kota Depok,
4. Besedia meluangkan waktu dan memberi tenaganya tanpa pamrih,
5. Tidak merokok dan tidak memakai narkoba,
6. Memiliki sikap/attitude yang baik (mampu menjadi teladan melalui tindakan dan perkataan)
7. Sayang terhadap anak-anak dan memiliki prinsip bahwa pendidikan adalah hal yang patut diperjuangkan
 
Bisa hubungi saya di : 085769539550
email: ayie.nevergiveup@yahoo.com
 
Target :  Turun ke jalan mulai awal tahun 2013
Juli - Agustus 2012 adalah waktu untuk mengumpulkan bahan pelajaran dan menetapkan basecamp belajar yang kelak akan menjadi cikal bakal berdirinya TK dan SD "PRIBADI BANGSA"
Anak-anak didikan tersebut akan mendapatkan pengajar, fasilitas terbaik seperti tempat pendidikan "anakdari warga berada" yang ada di Kota Depok. Nantinya, mereka juga dapat berkompetisi secara akademik antar sekolah dan memperoleh ijazah. Tentu tujuan utamanya bukanlah ijazah, tetapi kelak mereka akan berani menapaki hari dengan paradigma baru melalui kepribadian/karakter yang benar sehingga mampu membangun bangsa ini, bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk kepentingan bersama.

Kiranya Tuhan memberkati visi ini dan mempertemukan saya dengan orang-orang yang tepat.
Terimakasih!
 

Definisi Anak jalanan


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Anak jalanan atau sering disingkat anjal adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak.

Pengelompokan

Di tengah ketiadaan pengertian untuk anak jalanan, dapat ditemui adanya pengelompokan anak jalanan berdasar hubungan mereka dengan keluarga. Pada mulanya ada dua kategori anak jalanan, yaitu anak-anak yang turun ke jalanan dan anak-anak yang ada di jalanan. Namun pada perkembangannya ada penambahan kategori, yaitu anak-anak dari keluarga yang ada di jalanan.

Pengertian untuk kategori pertama adalah anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan yang masih memiliki hubungan dengan keluarga. Ada dua kelompok anak jalanan dalam kategori ini, yaitu anak-anak yang tinggal bersama orangtuanya dan senantiasa pulang ke rumah setiap hari, dan anak-anak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tinggal di jalanan namun masih mempertahankan hubungan dengan keluarga dengan cara pulang baik berkala ataupun dengan jadwal yang tidak rutin.

Kategori kedua adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan tidak memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua atau keluarganya.
Kategori ketiga adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di jalanan.

Kategori keempat adalah anak berusia 5-17 tahun yang rentan bekerja di jalanan, anak yang bekerja dijalana, dan/atau yang bekerja dan hidup dijalanan yang menghabiskan sebagaian besar waktunya untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari.


Rabu, 11 Juli 2012

VISI HIDUP

Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. (1 Kor. 9:26 )

Kita harus mempunyai Visi yang dari Tuhan sendiri, jadi kita tidak terprovokasi oleh lingkungan, saudara kita maupun teman kita.  Harus kita mengakui, kadang orangtua kita, saudara kita mengharapkan kita menjadi seperti apa yang mereka inginkan atau cita-citakan, kadang kita pun sering terikut teman.  Kita melihat teman kita sukses berbisnis, kita ikut, dan begitu pula karir sebagai professional.  Tapi semuanya itu akan sia-sia jika tidak ada Visi dari Tuhan.  Mungkin bisa saja kita terlihat sukses, tetapi tidak sesuai dengan maksud Tuhan, sehingga hidup kita tidak akan sejahtera.  


Jika Visi dari Tuhan, percayalah, akan indah pada waktunya.
Contoh dalam Alkitab yang menuruti Visi dari Tuhan.  Professional (Daniel) & Enterpreneur (Abraham)


b. By Process
TUHAN, Allahmu, akan menghalau bangsa-bangsa ini dari hadapanmu sedikit demi sedikit; engkau tidak boleh membinasakan mereka dengan segera, supaya jangan binatang hutan menjadi terlalu banyak melebihi engkau. (Ul. 7:22)
Sedikit demi sedikit? Kenapa harus sedikit demi sedikit?  Inilah yang membedakan Visi dari Tuhan dan yang bukan Visi dari Tuhan.  Proses.  Jika Visi dari Tuhan, kita akan mengalami prosesVisi dari dunia, kita akan diberi instant success.
Proses membuat kita kuat, melatih kita agar tidak cepat putus asa. Yang lebih penting, proses membuat kita bergantung kepada Tuhan. Tidak mengandalkan kekuatan sendiri.
Instant Success membuat kita terlena.  Membuat kita merasa kesuksesan kita adalah karena usaha kita sendiri.  Tuhan tidak dimuliakan dengan Instant Success. Tujuan kita adalah agar Tuhan dimuliakan dalam setiap langkah kita, makadari itu apabila kita mengalami proses, orang-orang akan melihat bahwa Tuhan telah menolong kita kuat dalam menghadapi proses.  It is God that puts you at the top, not you, then God be glorified.

2.  How To Build Your Career / Business
a.  Build Your Career / Business with the Kingdom Principles
Nyanyian ziarah Salomo.  Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.  Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. (Mzm. 127:1-2)
“Mana mungkin kita bisa berhasil kalo gak sogok sana sogok sini!!”.
“Belajar? Beli bocoran aja lah, kita patungan.”
Pernah mendengar / bahkan terlibat percakapan seperti di atas?  Melakukan jalan pintas untuk masuk PNS, untuk mendapatkan proyek besar, dan masih banyak lagi contoh lain. Saya pernah melakukannya.  SIM yang saya pegang saat ini adalah SIM ‘tembak’ 10 tahun yang lalu.  Apakah itu dapat dibenarkan?  Tidak sama sekali.  Lalu mengapa kita melakukannya? Karena kita merasa tanpa melakukan itu kita tidak akan bisa maju melangkah.
Lalu dimana posisi Tuhan dalam hidup kita?  Yang benar adalah orang lain boleh sogok menyogok, kita jangan.  Orang lain boleh menjilat, kita jangan.  Orang lain terburu-buru mengejar target, kita tanya Tuhan terlebih dahulu.
He is the God of the Impossible.  Impossible is nothing before Him.
Percayalah, jika kita melangkah dengan Iman dan prinsip Kerajaan Surga dalam karir dan bisnis kita, tembok setebal tembok Yerikho pun pasti runtuh. Solusinya hanya doa dan bertindak sesuai prinsip Alkitab. Jangan jadi orang Kristen kacangan. Praktikkan prinsip-prinsip yang diajarkan Tuhan melalui Alkitab dalam kehidupan kita.

b.  Act with Courage
Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. (Yos 1:3)
Menginjak dalam bahasa Ibrani adalah darak yang berarti derap langkah prajurit.  Langkah prajurit mantap / pasti, penuh dengan keberanian, dan mengintimidasi musuh.
Kapankah hidup kita tidak bergesakan dengan yang namanya risiko?  Tidak akan pernah.  Selalu ada risiko mengikuti kemanapun kita pergiRisiko membuat kita takut.  Kita takut berinvestasi karena ada risiko kehilangan uang.  Kita takut berbuat sesuai dengan Prinsip Kerajaan Surga (tidak sogok, dll.) karena ada risiko diejek dan dikucilkan.  Kita takut bermimpi karena ada risiko tidak tercapai.  Setiap hari setiap saat ada risiko.  Lalu kenapa kita harus takut?  Tuhan sudah berjanji akan memberikan setiap tempat yang kita injak dengan berani (darak).
Musuh menyerang kita, kita takut.  Jika kita diam, kita akan mati konyol.  Kita maju menyerbu ke depan, ada risiko mati (tetapi belum tentu mati).  Pilih mana?  Saya memilih angkat senjata walaupun ada risiko.  Maju ke depan dengan keberanian dan berpegang pada janji Tuhan.  Kita maju dengan pengharapan.
Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian. (2 Kor. 3:12)
Berani tidak sama dengan nekad. Faktor yang membuat kita berani adalah penuh perhitungan dan percaya dengan iman bahwa Tuhan pun turut bekerja.

c.  Have the Spirit of Excellence
Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. (Mat. 5:41)
Kita pasti pernah suatu waktu disuruh oleh orang tua kita untuk membeli sesuatu dan kita menurut dengan menggerutu.  Atau kita pasti pernah diperintahkan oleh atasan kita untuk mem-fotocopy dan akhirnya kita menyuruh office boy.
Oke, mungkin contoh di atas membuat kita berkata dalam hati, “Wah itu sih keterlaluan banget, gue selalu nurut dengan orang tua gue & gak pernah nolak kalo diminta.  Bukan gue banget tuh.”
Nah bagaimana dengan situasi yang seperti ini?  Kita diminta untuk mengetik suatu proposal dan diharapkan selesai dalam waktu 10 hari dan kita menyelesaikannya tepat 10 hari.
“Lho bagus dnk….kan emang harus gitu.  Dimana salahnya?”
Salahnya adalah bukan sikap seperti itu yang diperintahkan Tuhan. Tuhan berkata, siapapun yang memaksa kita berjalan satu mil (anggap saja kita dipaksa dengan cara ditodong dengan pisau / tombak), kita akan berjalan bersama dia sejauh dua mil.  Jika kita diminta untuk menyelesaikan proposal 10 hari, kita akan menyelesaikan sebelum 10 hari.
That’s the Spirit of Excellence.
Diminta 10 hari selesai 10 hari itu sikap orang rata-rata. Kita Anak Tuhan harus di luar rata-rata, diminta 10 hari, selesai 8 hari.
The Spirit of Excellence tidak mengenal SARA. Mungkin anda minoritas di kantor anda,  di lingkungan anda, di kota anda, atau dimanapun anda berada.  Jika anda bertindak dan bekerja dengan Spirit of Excellence, tidak ada namanya minoritas.  Anda akan segera dikenal orang karena etos kerja anda tersebut.
Untuk mendapatkan hasil berbeda, harus menempuh jalan yang berbeda juga.
Lalu dengan memiliki Spirit of Excellence kita memuliakan Tuhan.  Artinya kita tidak pernah meremehkan / menyepelekan segala sesuatu.  Bos kita adalah Tuhan.  Kita akan mengerjakan segala sesuatunya PERFECT untuk Dia.
3.  How To Sustain at the Top
Lalu setelah kita mencapai puncak karir kita apa yang harus kita lakukan?

a.  Integrity
Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. (Ams. 11:3)
Integritas adalah kekonsistenan tindakan, nilai-nilai, metode, prinsip-prinsip, dan pengharapan kita.
Kerja keras membawa kita sampai ke puncak, tetapi integritas yang mempertahankan kita tetap di puncak.  Maksudnya adalah walaupun kita sudah sampai di puncak, kita tetap memegang teguh tindakan, nilai-nilai, metode, prinsip-prinsip, dan pengharapan kita sama seperti kita belum sampai di puncak.
Berapa banyak orang kita lihat sampai di puncak kesuksesan, ketenaran, dan kekayaan, tetapi pada akhirnya dia menghabiskan waktunya mabuk-mabukan, berjudi, obat-obatan terlarang, dan lain sebagainya.  Sikapnya pada waktu sampai di puncak 180o berbeda dengan sikapnya pada waktu mengejar kesuksesan tersebut.
Semakin tinggi posisi kita, semakin kencang juga angin yang bertiup. Banyak godaan, banyak musuh yang mengincar posisi kita, iblis mencoba mengganggu semuanya dengan cara mengkutak-katik keluarga kita, menyerang dengan penyakit, menyodorkan kepada kita zona nyaman yang baru, dan cara-cara lainnya.  Tetapi kita tidak perlu takut, jika kita memiliki integritas, Tuhan akan bela kita.

b.  Get Out from Your Comfort Zone
Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” 
Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (Luk. 5:4-5)
comfort_zone-777801jpg1Setelah kita sampai di puncak, kita pasti merasa puas diri.  Tak perlu kecil hati, begitulah manusia.  Yang perlu kita lakukan adalah menyadari bahwa potensi kita masih belum tergali semuaKeluarlah dari zona nyaman untuk ikan yang lebih besar.
Jangan pernah puas diri. Puas diri mengundang setan membangkitkan roh kesombongan kita.  Puas diri membuat kita lengah dan mulai melihat-lihat ke sekeliling dan membandingkan diri kita dengan mereka.  Dan pada akhirnya kita menjadi sombong.  Puas diri membuat musuh-musuh kita dengan mudah menyerang kita karena kita memperlonggar pertahanan kita.
Success is a journey, not a destination.  Jangan pernah berhenti.  Maju terus.
c.  Thinking Out of the Box (Be Creative)
Pada saat anda sampai di puncak, anda merasa sudah selesai semua, tidak ada ide lagi untuk hal-hal baru.  Siapa yang bilang?  Kalo di pinggir pantai ikan sudah habis, pergilah ke tengah pantai dengan berani.  Jangan berhenti berpikir. Tanya Tuhan apakah yang anda perlu lakukan selanjutnya, Ia akan memberikan anda ide-ide baru.
Ingat cerita Zakeus?  Ia mungkin pendek, tapi ia tak kehilangan akal untuk mendapatkan cara supaya dapat melihat Yesus.  Ia pun memanjat pohon.  Hasilnya, Tuhan pun memanggilnya, makan di rumahnya dan satu isi rumah Zakeus diselamatkan.
Berpikirlah lain dari yang biasanya.
Lebih banyak emas yang telah ditambang dari pemikiran manusia ketimbang dari bumi.
- Napoleon Hill -
Selamat menempuh jalur kesuksesan.
GBU.





Satu Kabar Paling Gres


Pd sebuah milis,
dlm liputan tv siang hari,
di tgh kmiskinan yg katanya menggerogoti bangsa ini,
ada kbr gres..
Si kaya foya-foya,
katanya santai sj, krn tak ada hambatan buat mrk.
Lbh baik kita hadiri suatu pesta di Eropa,
harum semerbak bunga,
kaviar hitam dari Laut Kaspia,
kerlap kerlip gaun milyaran rupiah di pakai wanita-wanita cantik tampil menggoda..
Akh, seolah tak pernah lahir bocah-bocah ingusan dipinggir kali, hutan & jalan raya,
yg tak pernah berangan-angan apapun dlm hdpnya,
krn realitas itu "terlalu jauh" utk di rasa..

Miskin tidak dosa, itu benar.
Kaya tidak dosa, itu benar.
Pergi ke pesta di Eropa juga tidak berdosa, itu pun benar.
Aku hanya merasa..
Kesenjangan kaya miskin di negara ini bgtu kentara.
Hanya mengacu pd satu ukuran "finansial"

oh, trnyata masih ada satu kabar paling gres kata Putra Nababan..
Si Yadi, guru olah raga dikampung warudoyong bukan jutawan..
Bergaji hanya 100 ribu sebulan tp tetap rela mengajar,
matanya cermat mengawasi murid dg pnh tg jwb,
walau pikirannya sesekali brputar coba menjawab gundahnya "esok makan apa?"
namun semangat, ambisi serta misi yg jelas dicernanya hingga kenyang..
Menjadikan pribadinya sungguh "kaya" dg cara yg berbeda.

Pd sebuah gang bernama Petogogan.
Senin, 14 Juni 10.

Lihatlah, Satu pribadi yg memberi arti berbeda pd realita.. penyemat semangat dlm jiwa.
Terima kasih.



Catatan:
Kaviar adalah makanan yang terbuat dari telur ikan tertentu, umumnya ikan sturgeon, yang sudah diproses dan digarami. Makanan ini secara komersial dipasarkan sebagai makanan mewah, dan umumnya digunakan sebagai pelengkap makanan lain. Kaviar hitam paling banyak berasal dari telur ikan sturgeon laut Kaspia di Azerbaijan, Iran, Rusia, dan Kazakstan. Jenis kaviar yang paling mahal adalah varian Beluga, Ossetra, dan Sevruga.

Industri kaviar kadang mengakibatkan terganggunya kelangsungan hidup spesies ikan penghasil telur, sehingga perdagangan kaviar seringkali dilarang.

SAJAK UNTUK JONO


Lampu remang jalan raya Kota Depok di pukul delapan malam tadi,
menjadi lebih terlihat remang ketika ada wajahmu yang muram..

tergopoh...
lunglai..
tak ada sedikitpun guratan keantusiasan.
Berjalan telusuri trotoar jalan Margonda yang sekilas tampak menggoda mu..
untuk mengasis rejeki yang katanya ada?

Si Jono,
bocah berselimut debu, dengan karung penyimpan harta di belakang punggungnya yang rapuh,
namun sedikit terlihat gagah dengan topi lusuh pada kepalanya yang kecil.

Kenapa meminta?
Kenapa masih saja ada?
Kenapa? akh.. kenapa aku masih bertanya dan mempertanyakan yang seharusnya sudah terjawab dari sejak Bangsa ini merdeka?

Jono.. untung saja kau tak mengerti tentang
Pasal 34 ayat (1) ,yang berbunyi,''Jono kecil dan Jono-Jono lainnya dipelihara oleh negara''.

Kemarilah nak,
makanlah seadanya,
tak usah pilih pakai pecel lele atau telor dadar.
Semua sama saja, kita harus sama-sama bersyukur,
Bahwa hidup harus penuh syukur..

Doakan bangsamu,
Pelihara bangsamu,
walau kau tak mampu memelihara dirimu sendiri.


21:54
18 Oktober 2009

Senang dapat berkenalan dengan mu pada malam ini "Jono" kecil yang seharusnya sudah tidur.
Tuhan pasti senantiasa memberkatimu.

Tole


Malam ini cerah, sehabis hujan yang begitu deras
Bintang-bintang segera menghiasi langit yang lumayan pekat..
Terlihat wajah Tole kecil ceria..
Tak seperti hari-hari biasanya yang penuh duka.

Ku dekati Tole kecil,
Begitu hangat aku bercengkrama bersamanya,

Tole kecil..
Gelak tawanya memecahkan kesunyian malam,
Mengajak dunia berpesta dan menemani detik demi detik hidupnya.

Tole kecil..
Tersenyumlah selalu,
Biar malam-malam berlalu dengan hangatnya keluguanmu.

Mampukah esok kau tetap seperti itu?
Tersenyum, berharap dan melupakan berjuta kesedihan?

Biarkan bintang menjauhkanmu dari kepahitan sang nasib yang katanya ada.. tapi ku harap kelak kau tak percaya itu.
cepat besar dan dewasalah!
Kendalikan matahari dan bulan,
Kuasai dingin dan panasnya bumi,
Hiduplah dalam badai dan ketenangan.

Ku dapat melihat kekuatan dalam kelemahanmu,
Tole kecil yang bosan menangis,
Tole kecil yang sudah terbiasa bersama dinginnya angin di musim hujan.


Tawanya membuatku teringat pada Aldo, Angga, Koko, Mizard dan Joi.