dlm liputan tv siang hari,
di tgh kmiskinan yg katanya menggerogoti bangsa ini,
ada kbr gres..
Si kaya foya-foya,
katanya santai sj, krn tak ada hambatan buat mrk.
Lbh baik kita hadiri suatu pesta di Eropa,
harum semerbak bunga,
kaviar hitam dari Laut Kaspia,
kerlap kerlip gaun milyaran rupiah di pakai wanita-wanita cantik tampil menggoda..
Akh, seolah tak pernah lahir bocah-bocah ingusan dipinggir kali, hutan & jalan raya,
yg tak pernah berangan-angan apapun dlm hdpnya,
krn realitas itu "terlalu jauh" utk di rasa..
Miskin tidak dosa, itu benar.
Kaya tidak dosa, itu benar.
Pergi ke pesta di Eropa juga tidak berdosa, itu pun benar.
Aku hanya merasa..
Kesenjangan kaya miskin di negara ini bgtu kentara.
Hanya mengacu pd satu ukuran "finansial"
oh, trnyata masih ada satu kabar paling gres kata Putra Nababan..
Si Yadi, guru olah raga dikampung warudoyong bukan jutawan..
Bergaji hanya 100 ribu sebulan tp tetap rela mengajar,
matanya cermat mengawasi murid dg pnh tg jwb,
walau pikirannya sesekali brputar coba menjawab gundahnya "esok makan apa?"
namun semangat, ambisi serta misi yg jelas dicernanya hingga kenyang..
Menjadikan pribadinya sungguh "kaya" dg cara yg berbeda.
Pd sebuah gang bernama Petogogan.
Senin, 14 Juni 10.
Lihatlah, Satu pribadi yg memberi arti berbeda pd realita.. penyemat semangat dlm jiwa.
Terima kasih.
Catatan:
Kaviar adalah makanan yang terbuat dari telur ikan tertentu, umumnya ikan sturgeon, yang sudah diproses dan digarami. Makanan ini secara komersial dipasarkan sebagai makanan mewah, dan umumnya digunakan sebagai pelengkap makanan lain. Kaviar hitam paling banyak berasal dari telur ikan sturgeon laut Kaspia di Azerbaijan, Iran, Rusia, dan Kazakstan. Jenis kaviar yang paling mahal adalah varian Beluga, Ossetra, dan Sevruga.
Industri kaviar kadang mengakibatkan terganggunya kelangsungan hidup spesies ikan penghasil telur, sehingga perdagangan kaviar seringkali dilarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar