menjadi lebih terlihat remang ketika ada wajahmu yang muram..
tergopoh...
lunglai..
tak ada sedikitpun guratan keantusiasan.
Berjalan telusuri trotoar jalan Margonda yang sekilas tampak menggoda mu..
untuk mengasis rejeki yang katanya ada?
Si Jono,
bocah berselimut debu, dengan karung penyimpan harta di belakang punggungnya yang rapuh,
namun sedikit terlihat gagah dengan topi lusuh pada kepalanya yang kecil.
Kenapa meminta?
Kenapa masih saja ada?
Kenapa? akh.. kenapa aku masih bertanya dan mempertanyakan yang seharusnya sudah terjawab dari sejak Bangsa ini merdeka?
Jono.. untung saja kau tak mengerti tentang
Pasal 34 ayat (1) ,yang berbunyi,''Jono kecil dan Jono-Jono lainnya dipelihara oleh negara''.
Kemarilah nak,
makanlah seadanya,
tak usah pilih pakai pecel lele atau telor dadar.
Semua sama saja, kita harus sama-sama bersyukur,
Bahwa hidup harus penuh syukur..
Doakan bangsamu,
Pelihara bangsamu,
walau kau tak mampu memelihara dirimu sendiri.
21:54
18 Oktober 2009
Senang dapat berkenalan dengan mu pada malam ini "Jono" kecil yang seharusnya sudah tidur.
Tuhan pasti senantiasa memberkatimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar